Sore itu dihari sabtu, setelah pulang kerja langsung ku kebut kereta Scoopy ku dengan kecepatan diatas rata-rata. Bukan tanpa tujuan aku melakukan nya,melainkan untuk menepati janji bisa kembali jumpa dengan teman-teman sewaktu pernah ikut ke MEDAN mengikuti training SALESMANSHIP ONE.
Jarak yang kutempuh dengan kereta Scoopy ku itu terbilang cukup jauh yaitu mencapai 100 km. Melewati suasana lalulintas yg cukup padat, karena orang-orang pada keluar menghabiskan waktu malam minggu.
Entah kerasukan marquesz ataukah pedrosa, kereta matic itu melaju tanpa hambatan apa-apa. Bahkan mobil-mobil dan kereta yg lain kulewati tanpa ada masalah. Bahkan mungkin aku telah memecahkan rekor yg tidak tertulis, iya aku cuma butuh waktu 1 jam 15 menit untuk sampai ketempat tujuan.
Cukup nekat bukan,dan kalian jangan pernah coba-coba melakukan hal yg sama seperti yg kulakukan karena resikonya memang sangat berbahaya bagi diri kalian tanpa keahlian khusus. Bukannya aku sok ahli juga,tapi untuk menempuh jarak seperti itu sudah jadi hal yg biasa kulakukan. Bahkan pernah dulu suatu hari saat masih hobi merantau,aku pernah menempuh jarak 1000 km tanpa berhenti dan minum air. Akibatnya kereta yg ku kundarai saat itu jim dan harus mengeluarkan uang 700 ribu untuk memperbaiki nya. Karena saat itu aku menempuh jarak dari kota LHOKSEUMAWE menuju TAPAK TUAN yg berada di kabupaten ACEH SELATAN.
Balik lagi kepokok cerita yg ingin kuceritakan kepada kalian semua. Sesampainya ditempat tujuanku yaitu kota LHOKSEUMAWE, langsung saja kukabari teman-teman SALESMAN HEBAT ku. Ehh ternyata rupanya mereka belum pada datang ketempat yg ingin kami berjumpa melepaskan kangen.
Dalam hatiku berfikir "mentang-mentang tuan rumah mau datang telat,gak tau mereka dari mana aku datang". Tapi aku tidak marah ataupun kecewa saat itu. Ku maklumi saja, mungkin ibuk-ibuk dandan nya butuh waktu yg lama. Jadi wajar mungkin kalo mereka sedikit lambat dari jadwal janji yg kami telah kami tetapkan.
Sambil menunggu mereka datang,kuputuskan mampir ke masjig islamic center. Masjid yg cukup megah di kota LHOKSEUMAWE. Masjid yg menjadi tempat para kaula muda dan mudi ingin mengabadikan dengan foto selfi.
Benar saja ,akupun ikut mengabadikan kesempatan itu dengan snap di akun WhatsApp ku yaitu video yg berdurasi 20 detik dengan judul snapnya"demi kawan".
Setelah cuci muka karena keadaan ku saat itu belum mandi,sebab pulang kerja langsung dor kesitu. Tiba-tiba salah seorang anggota chat via WhatsApp. Yuli namanya,dia mengabari kalau dia sudah stay di tempat kami akan kumpul.
Langsung saja buru-buru menuju tempat parkir kereta ku,dan tanpa pikir panjang kembali kulajukan kendaraan ku menuju tempat tujuan. Tiba disana,aku tidak langsung berjumpa dengan yuli,tapi dengan komunikasi via chatting di WhatApp akhirnya dia keluar menjemput aku. Dengan pikiran sedikit iseng,kukerjai si yuli yg udah keluar kedepan melewati aku yg disamping nya tidak ia lihat.
Aku berdiri dibelakangnya dan hanya diam,sekitar 10 detik dia kebingungan melihat posisi ku dimana,karena tidak nampak didepan pandangan nya. Aku melihat dia chatting di grup WhatsApp, dengan bunyi"dimana kamu put" . Rencana baru mau balas chatting nya, ehh malah dia balik arah dan terkejut. Sedikit ketawa dan bincang-bincang akhirnya kamipun masuk menuju tempat yg telah duluan mereka booking.
Hanya berdua sama yuli,kami ngobrol tentang perjalanan ku tadi,dan sesekali dia celoteh "demi seseorang". Aku cuma senyum aja sambil bilang AKU LAFARRRRRRRR. diaa ketawa dan bilang suruh pesan makanan terus duluan. Tapi kubilang jangan dulu biar nanti aja pas udah rame.
Tiba-tiba hp tettot ku bunyi, rupanya telfon dari si moli mengabarkan kalo mereka pun sudah tiba. Moli datang sama bustami anak CAPELLA LHOKSEUMAWE. Aku sama bustami baru jumpa kali ini,karena kemaren pas dimedan,duluan aku pulang dia baru tiba dikarenakan beda jadwal training.
Setelah kenalan, dia bustami selaku yg punya tempat,nawari aku pesan karna dibilang aku orang jauh pasti udah lapar. Ya iyalahh lapar,pulang kerja orang lamgsung OTW kubilang sambil ketawa. Sebenarnya saat itu ada kejadian yg kurang enak untukku. Pas si moli datang sama bustami, membuat ku sedikit cemburu karena aku sudah lama mendam rasa sama moli sejak pergi training kemedan.
Saat asik-asik ngobrol, Rini pun udah datang. Langsung kukeluarkan kata"gimana sih tuan rumah lama x dandannya".mereka semua ketawa
Akhirnya semuanya udah hampir lengkap,kecuali bg joni sama calon istrinya yg belum hadir.kami pesan minuman dan makanan, ehh tiba-tiba siyuli mengeluarkan gorengan. Dia sambil bilang lupa kasih pas tadi aku bilang lapar.nasibbb nasibbb
Ngobrol-ngobrol panjang lebar, bg joni pun telfon tanya kami dimana. Setelah kujelaskan keberadaan kami,dia pun datang bersama calon istrinya. Kami memutuskan untuk main game yaitu LUDO. Dengam janji,siapa yg kena tendang harus berdiri.Giliran pertama yg kena tendang rupanya bustami,tuan rumah yg punya tempat.dia pegang warna merah,dan yg nendang pun Rini.kami pada ketawa riang.
Akhirnya pembalasan pun dilakukan bustami dengan menendang anak ludo punya rini karena berada pas dijalur dia jalan, Rini sendiri pegangnya warna biru. Aku hijau megangnya,sedangkan yuli dan moli pegang warna orange dan kuning.
Bg joni sama calisnya(calon istri) gak main karena udah gede katanya.hahahha
Permainan kami tunda saat hidangan makanan datang. Padahal aku udah mau juara tadi.hahahah
Kami semua langsung menyantapnya,sesuai dengan apa yg kami pesan masing-masing. Sambil makan,saya tanya kepada orang itu siapa ada bawa powerbank karena batre aku dua-duanya udah lowbet. Ditawarin sama bustami untuk suruh cash di karsir di cafe tempat kami duduk itu. Katanya tenang aja akan aman kok,karena dia kenal semua orang yg kerja disitu.karena dia juga mantan karyawan cafee itu. Akhirnya saya kasih lah hp kesayangan saya bustami dan selanjutnya dikasih sama pramusaji kafe yg dia kenal.
Kami lanjut bincang-bincang lagi, sesekali mereka nanya tentang order udah berapa yg closing.ini itu panjang lebar ngobrol, sebenarnya aku memperhatikan gerak gerik seseorang. Siapa lagi kalau bukan moli. Ku lihat dia gak ada basa basi apa-apa malam itu.
Bukan kayak waktu dimedan pas training,temenin dia belanja dan nonton bioskop duduk berdua. Dia terlihat cuek aja. Aku berpikir apakah karena gaya potngangan rambutku yg culun dan hanya gundul doank dan juga tampilan ku yg acak-acakan juga bau karena belum mandi. Ahhh masa bodoh, yg penting malam itu kami ngumpul bersama aja udah lumayan bahagia.
Malam udah larut dan menunjukkan waktu udah jam 22:00 wib. Kami sepakat untuk beranjak pulang, dan masing-masing kumpul uang buat bayar makanan nya. Rini yg paling banyak mengeluarkan dana karena sebelumnya, aku minta traktir sama mereka tuan rumah.
Aku masih memperhatikan moli yg tidak seperti biasanya bersikap kepada ku.kami menuju tempat parkir untuk mengambil kereta masing-masing. Setelah salaman dan kamipun pisah. Tapi moli gak bilang apa-apa juga, pamit misalnya gitu. Ku coba untuk telfon karena aku lihat mereka udah hilang sama bustami boncengan.
Setelah kutelfon dan diangkat, aku nanya lagi dimana,dia bilang udah pulang takut telat.ywudah kubilang aja hati-hati, dan dia juga bilang hati-hati doang.
Perasaanku campur aduk saat itu, entah masih ada bahagia atau hanya bawa pulang kecewa. Niat ingin mampir dirumah bibik di kr.gukueh pun udah gak jadi, karena hati sedang kecewa. Kuputuskan mengendarai motor matic ku sambil nyanyi galau.
Aku sangat kecewa malam itu. Karena sebelum kesana,aku sempat bilang sama moli gak jadi datang dengan alasan mau ikut mutasi unit ke meulaboh.dan selanjutnya ku bilang sebenarnya kangen sama dia. Terus dia bilang ywdah,padahal dia juga bilang kangen sama aku sampe ku ulangi beberapa kali apa yg dia bilang waktu itu sambik telfonan dengan cara pura-pura gak dengar.
Tapi entahlah,pas udah ketemu di tempat itu. Apa yg dia katakan tidak kudapati. Mungkin juga derita ku karena belum sempat mandi dan gaya rambut yg seperti NAPI.Biarkan sajalah gimana pemikiran dia. Yang pasti aku punya prinsip, aku tidak membohongi rasaku. Masalah dia mau main-main itu urusan dia. Salahku juga mungkin dari dulu terlalu gede rasa sama dia.
Sambil berkendara aku berpikir, aku tersakiti dan kecewa karena perasaan ku sendiri.Dan aku berjanji untum kedepan akan lebih berhati-hati dalam berperasaan.
Dan satu lagi yg membuatku kurang bahagia malam itu, kami tidak bisa ngumpul semuanya seperti waktu di medan kemarin karena jarak tempat tinggal kami jauh semua. Berbeda kabupaten dan kota
Tapi itu reuni yg luar biasa



Tidak ada komentar:
Posting Komentar